Nov 16, 2009

Baliho ambruk deket rumah

BANYUMANIK - Cuaca buruk berupa hujan dan angin kencang yang melanda Kota Semarang, beberapa hari terakhir, telah menimbulkan kerusakan di sebagian wilayah.
Salah satunya adalah tumbangnya baliho di Jalan Karangrejo Raya. Akibat tiupan angin kencang yang terjadi Jumat sore (13/11), baliho ukuran 5 x 3 meter tersebut tumbang dan patah.
Tidak ada korban dalam peristiwa tersebut, karena baliho tumbang tidak mengarah ke jalan raya, sehingga tidak mengganggu arus lalulintas.
Baliho tumbang ke tanah kosong yang ada disampingnya, membuat rumah warga yang ada di belakangnya terhindar dari reruntuhan.
Yanto (42), saksi mata yang ada di dekat tempat kejadian mengatakan, pada saat baliho tumbang tidak ada warga yang melintas.
Tukang ojek yang biasanya mangkal di pos ojek Duta Bukit Mas tersebut mengaku, dirinya kaget melihat kejadian tersebut. "Hujan deras dan anginnya kencang sekali. Untungnya pas kejadian tidak ada yang lewat," ujarnya.

Awan Hitam
Saat kejadian Jumat sore, wilayah Semarang digalayuti awan tebal berwarna hitam atau cumulus nimbus. Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya, (SM, 14/11), menurut prakiraan BMKG, arah angin pada siang hingga malam rata-rata bertiup dari selatan sampai dengan barat daya.
Ketika dikonfirmasi pada Minggu (15/11), Kepala Dinas Penerangan Jalan dan Penataan Reklame (PJPR) Kota Semarang, Adi Tri Hananto mengatakan, begitu mendapat informasi, pihaknya langsung bergerak. Maka Sabtu (14/11), baliho yang ada di depan Perumahan Duta Bukit Mas itu segera ditangani.
Menurut dia, PJPR hanya bertanggung jawab membereskan reruntuhannya. Adi mengatakan, selanjutnya akan dipasang lagi atau tidak, tergantung pemiliknya, yakni Dinas Pengelola Keuangan Daerah.
''Kalau mau dipasang lagi, harus dengan konstruksi yang lebih baik, sehingga tahan cuaca buruk. Selain itu, juga harus ada pengecekan konstruksi untuk menghindari kejadian yang sama," katanya.(K7-18)